Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 8

/ 133 Views

Its Okay To Not Be Okay Episode 8

Pada episode pekan ini tampaknya drama korea terbaru It’s Okay to Not be Okay akan memperlihatkan sejumlah perubahan didalam kehidupan para tokoh utama. Ada sejumlah penjelasan mengenai masa kecil yang terjadi diantara Kang-tae dengan Ko Moon Young. Dimana kita semua tampaknya memahami bahwa keduanya membutuhkan penyembuhan emosional.

Episode 8 bakal diluncurkan pada tanggal 12 bulan ini. Dimana sehari sebelumnya episode 7 telah mendahului. Disebabkan tayangan ini mempunyai format rilis dua kali dalam seminggu, episode paling baru dari drakor ini hadir pada Sabtu dan Minggu. Drakor On-Going ini sangat menarik untuk disimak selain menawarkan para aktor terkenal, juga jalan cerita yang menarik.

Sinopsis Episode 8 It’s Okay to Not be Okay

Episode 8 diawali dengan adegan memotong rambut yang sebelumnya ada di penghujung episode 7. Kang-tae tampak mahir dalam memotong rambut Ko, dimana sebelumnya kemampuan memotong rambut tersebut karena terbiasa memotong rambut kakaknya. Penulis Ko pun melihat rambut barunya di cermin dan potongan tersebut menurutnya bagus, sehingga membuatnya tambah cantik. Ko semakin bertambah bahagia saat di puji cantik oleh Kang atas penampilan barunya tersebut.

Pada pagi harinya, Kang-tae diberikan mobil oleh Ko untuk berangkat kerja. Mereka melakukan percakapan terlebih dulu. Sebelum pergi, Kang tampak mengagumi rambut Ko, dan Ko mengatakan kepadanya bahwa mulai saat ini, hanya dia yang bisa memotong rambutnya dan tidak ada orang lain yang bisa menyentuhnya, sebagaimana kakak-nya Kang yang tidak ingin rambutnya di sentuh oleh siapapu selain oleh Kang-tae. Drama korea It’s Okay to Not Be Okay episode 8 diawali dengan saling memuji hubungan satu dengan lainnya lebih dari sebelumnya, dengan kekuatan yang berdampak.

Drama Korea It's Okay to Not Be Okay Ep 8 part 1 ed

Malam yang Buruk Bagi Seorang Pasien

Di rumah sakit, terdapat sebuah masalah dialami oleh seorang pasien, yang bernama Tuan Ko Dae-hwan, yang tidak lain adalah ayah dari penulis Ko. Pasien tiba-tiba merasa ketakutan dengan sesuatu dan mengalami kejang-kejang di sebut lorong di rumah sakit sampai akhirnya pingsan. Pada pagi harinya, Kang-tae yang bekerja sebagai perawat membantunya, dan pasien tersebut terus berkata “dia sudah mati, tetapi dia masih di sini”.

Dalam adegan lain, Ko Moon Young tampak kesal melihat komentar hater di internet. Dia pun menutup laptopnya. Dia melihat Sang-tae didepannya, dan bertanya mengapa menyukai dongengnya. Sang-tae menjawab bahwa dirinya suka sebab penulisnya cantik, khususnya ketika dia mempunyai rambut panjang. Penulis Ko yang mendengar jawaban tersebut tampak kesal, hal tersebut karena dirinya baru saja memotong rambutnya.

Kembali kerumah sakit. Permasalahan pingsanya Mr Ko pada malam sebelumnya membuat Ms Park Ok-ran harus menghadap direktur rumah sakit. Dia ditanya apakah dia mengunjungi Mr Ko malam sebelumnya atau menyanyikan lagu di dekatnya – “Oh sayang, Clementine”. Namun jawaban pasein tersebut diluar dugaan. Dia mengaku bahwa lagu tersebut dinyanyikan oleh hantu di koridor tapi dia bukan hantu. Direktur pun memberitahukan kepada Kang-tae bahwa terdapat sesuatu yang terjadi dirumah sakit dan meminta supaya mengawasi Ms. Park Ok-ran.

Tentunya saja, Moon yang mendapati kejadian tersebut merasa bahagia, sehingga tampaknya pagi tersebut menjadi pagi yang menyenangkan. Tetapi kebahagiaan di pagi hari yang didapatkan tidak bisa berlangsung sepanjang hari. Walaupun pagi tersebut menyenangkan, itu merupakan hari yang buruk bagi Moon.

Kesialan muncul ketika mereka semua sudah berada di tempat kerja, di rumah sakit. Moon yang mempunyai pekerjaan untuk memberikan cerita pada para pasien, pada hari itu mendapati pasien yang menarik perhatiannya untuk dikejar. Dia pun akhirnya berjumpa dengan seorang wanita yang menjadi pasien disana. Wanita tersebut memberikan pengakuan bahwa dia adalah ibunya.

Drama Korea It's Okay to Not Be Okay Ep 8 part 2 ed

Makan diluar dan Membuat Cemburu

Adegan di episode 8 selanjutnya memperlihatkan Kang, Sang-tae, dan penulis Ko yang berada di tempat makan. Tempat makan sederhana, tidak mewah, namun mempunyai kesan yang mendalam bagi Sang dan Kang. Tempat tersebut adalah tempat makan dimana ibunya sering mengajak mereka sewaktu kecil. Kang-tae menjadi emosional sementara makan. Namun akhirnya tertawa atas tingkah penulis Ko. Sesudah itu, mereka pergi dengan berpayung karena hujan. Sang-tae melompat ke sebuah bus, dan Gang-tae dan Mun-yeong yang tidak ikut, pergi untuk minum kopi bersama.

Ketika berada di kedai, Ko melihat pria dengan baik dan berkata “Aku menginginkannya”. Pria yang sedang menulis itu, ternyata menoleh dan mengenali Ko sebagai seorang penulis. Dia memberikan Mun-yeong kartu namanya. Pria tersebut pun bertanya apakah Kang-tae adalah pacarnya, Ko menjawab tidak. Kang-tae terganggu oleh situasi ketika pria tersebut duduk disamping Ko. Selain itu Kang-tae harus mengambil foto mereka dengan susah payah. Setelah itu, Kang-tae kesal dan Ko pun bertanya apakah dia cemburu. Kang-tae pun berjalan pergi dengan marah dan Mun-yeong mengungkapkan dia ingin pena pria tampan itu, bukan pria itu. Sangat mudah untuk melihat bagaimana Kang-tae membaca situasi ini dengan sangat salah.

Perang Memperebutkan Boneka

Saat pulang, Sang-tae merasa kesal kepada penulis Ko yang memiliki boneka ted yang dibuatkan oleh adiknya sejak lama, bernama Mang-tae. Sang-tae menanyakan kepada penulis Ko bagaimana dia bisa memiliki boneka tersebut. Ko menjawab bahwa boneka tersebut diberikan oleh Kang-tae kepadanya. Jawaban tersebut tidak mampu diterima oleh Sang-tae, sebab boneka tersebut adalah miliknya sejak lama. Sang-tae berusaha mengambil boneka tersebut dari tangan penulis Ko. Hal tersebut membuat bonekanya menjadi robek dan terbelah dua bagian. Kedua orang tersebut pun kesal dan pada akhirnya bertengkar, perang bantal.

Kang tae yang baru datang, mendapati ruang sepi dan akhirnya menemukan mereka sedang bertengkar hebat di kamar. Kang-tae pun berusah untuk melerai keduanya. Selanjutnya memberikan penjelasan kepada kakaknya mengapa dia memberikan boneka tersebut kepada Ko. Kang mengingatkan bahwa Sang-tae bahwa dia merasa sudah tidak pernah lagi membawa boneka tersebut, dan Kang-tae merasa Ko membutuhkannya. Sang-tae membolehkan Ko memiliki boneka tersebut, asal Kang-tae tetap bersamanya. Hal tersebut jelas tidak akan berhasil, sebab Kang mencintai Ko, namun Kang-tae ternyata setuju, sehingga mungkin akan muncul permasalahan di masa mendatang.

Kang-pun memperbaiki boneka tersebut dengan merajutnya di ruang tamu. Ko pun mendatanginya. Keduanya terlibat percakapan, dimana Ko bertanya mengapa Kang bisa bersabar. Kang-tae pun menjelaskan bila dia mampu menahan emosinya disebabkan tidak suka memikul beban konsekuensi dari melepaskan amarahnya. Mengetahui bahwa Kang mempunyai sifat penyabar, Ko mengatakan tentang jodoh dan takdir diantara keduanya. Mendengar kata takdir, Kang pun teringat kepada peristiwa di kedai kopi, bagaimana Ko mengatakan takdir sambil kepada pria tersebut. Ko pun mengambil pena, menunjukkan padanya pena – “Kamu jauh lebih tampan daripada pena ini”.

Lee Sang-in Pindah ke Tempat Nam Ju-ri

Adegan pada ep 8 drakor ini pun menampilkan Pak Lee yang pindah ke rumah Nam Ju-ri. Sementara teman Kang yang menempati ruang atas di rumah tersebut marah, sebab kini harus membagi dua tempatnya. Sementara itu, Nam Ju-ri diberitahu oleh ibunya, bahwa Lee tertarik atau menyukai dirinya. Selain itu, ibunya pun mengungkapkan kekhawatirannya jika dia terus mengikuti Kang ke mana-mana. Dia mengatakan hal tersebut di mobil, di jalan menuju ke rumah sakit.

Ketika sampai ke rumah sakit, Nam Ju-ri dan ibunya bertemu dengan Ko, Kang, dan Sang-tae di parkiran. Ko memberi kepada keduanya, bahwa Kang-tae memotong rambutnya. Hal tersebut membuat rasa tak senang pada diri Nam, dan hal tersebut terbaca dengan jelas oleh Ko.

Kang Terlibat Perkelahian di Rumah Sakit

Adegan di rumah sakit menjadi akhir dari episode 8 drakor terbaru It’s Okay to No Be Okay. Dimana menampilkan seorang pasien wanita yang berusaha melarikan diri dari mantannya yang datang menjenguk. Mantan tersebut menjelaskan bahwa dirinya ingin kembali kepadanya, namun di tolak oleh pasien bernama A-reum tersebut. Penolakan tersebut membuat sang pria menjadi marah. Sementara Ko yang sedari tadi duduk di kursi mendengarkan akhirnya ikut campur. Dia melemparkan kaleng minuman ke kepala lelaki mantan A-reum tersebut. Ko memancing kemarahan ketika mengira bahwa orang tersebut adalah tong sampah. Ko pun pada akhirnya mendapatkan tamparan keras yang membuatnya terjatuh.

Kang tae ternyata melihat kejadian tersebut dikejauhan dan secepatnya mendekat. Kang-tae yang selalu menahan emosinya, ternyata meninju pria yang menampar Ko tersebut sampai dia jatuh. Belum puas, Kang-pun berusaha untuk melepaskan pukulan lainnya namun dengan kuat ditahan oleh perawat dan A-reum. Dia pun pada akhirnya mendekati Ko yang masih duduk dibawah, dan mendirikannya. Lalu dia menanyakan keadaannya sambil menyentuh wajahnya. Ko pun mengatakan sakit. Kejadian tersebut membuat Kang-tae mendapatkan skor dari rumah sakit dan tidak di gaji selama batas waktu yang di tentukan. Kang-pun menerimanya. Dia membereskan dirinya dan pergi. Dia pulang, namun dengan wajah tersenyum, dan mengatakan semuanya dengan tersenyum kepada Ko yang sedang duduk di kursi.

Penyendiri, Pendiam, Suka Makan Cumi

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 8